
TASHKENT - Pemerintah Uzbekistan berencana membangun sabuk hijau (green belt) seluas sedikitnya 58.000 hektare di Tashkent dan wilayah sekitarnya hingga tahun 2045. Program tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi polusi udara, serta memperkuat ketahanan kawasan terhadap perubahan iklim.
Dalam proyek tersebut, pemerintah menargetkan penanaman sedikitnya 50 juta pohon dan semak yang telah disesuaikan dengan kondisi iklim kering serta memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap debu. Selain itu, tingkat keberhasilan hidup tanaman yang ditanam ditargetkan mencapai minimal 85 persen.
Komite Nasional Ekologi dan Perubahan Iklim Uzbekistan menjelaskan bahwa pembangunan sabuk hijau bukan sekadar kegiatan penanaman pohon, melainkan pembangunan infrastruktur ekologis yang membutuhkan dukungan regulasi yang jelas, pendanaan berkelanjutan, sistem pemeliharaan, irigasi, pemantauan, serta pengawasan dari masyarakat.
Menurut komite tersebut, konsep serupa telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Inggris, Korea Selatan, China, dan Kazakhstan, dengan hasil yang dinilai mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Selain penanaman pohon, proyek ini juga mencakup penguatan perlindungan hukum terhadap lahan hijau agar tidak mudah dialihfungsikan untuk pembangunan, peningkatan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman, penerapan sistem irigasi hemat air, serta pemantauan kualitas udara dan kondisi ruang terbuka hijau secara berkelanjutan.
Pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus pada pelestarian pohon dan semak yang tumbuh secara alami di sepanjang jalan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.
Program Green Belt diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Uzbekistan dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |