
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan berbagai insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan prinsip industri ramah lingkungan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian keringanan pajak bagi kawasan industri maupun perusahaan yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan serta menjalankan konsep ekonomi hijau.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi menuju industri yang berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Jateng Green Industrial Summit 2026 di Kota Semarang.
Menurut Luthfi, pengembangan industri hijau kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar sektor industri mampu menjawab tantangan global. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong efisiensi energi dan penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan di seluruh sektor industri, mulai dari usaha kecil hingga perusahaan besar.
Komitmen tersebut juga telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2025-2029 dan diperkuat melalui Peraturan Gubernur Nomor 26 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Fasilitasi Industri Hijau.
Ia menilai penerapan industri hijau akan meningkatkan daya saing produk Jawa Tengah di pasar internasional. Sejumlah negara tujuan ekspor kini mulai menerapkan standar rendah emisi karbon sehingga perusahaan perlu beradaptasi agar tetap mampu bersaing dalam rantai pasok global.
Forum Jateng Green Industrial Summit 2026 juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem industri hijau. Dalam kegiatan tersebut turut diberikan penghargaan kepada pelaku industri, kawasan industri, pemerintah daerah, serta institusi pendidikan yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan industri berkelanjutan.
Sementara itu, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyebut organisasinya telah bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir dalam mendukung transformasi industri hijau. Program yang dijalankan meliputi penyusunan indeks kesiapan industri hijau, pendampingan pemerintah daerah, hingga pembentukan pusat asesmen industri.
Fabby juga mengungkapkan nilai ekspor Jawa Tengah sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai sekitar US$4,57 miliar atau meningkat 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong sektor industri pengolahan yang menjadi penopang utama ekspor ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan.
Menurutnya, peningkatan ekspor harus diikuti transformasi menuju industri rendah emisi agar produk Jawa Tengah tetap memenuhi tuntutan pasar global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan lingkungan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |