
BEIJING - Pemerintah China membantah kabar yang menyebut Beijing akan mengirim sekitar 400 peluncur rudal pertahanan udara ke Iran sebagai dukungan dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS). Otoritas China menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan laporan yang beredar di sejumlah media Barat sama sekali tidak sesuai dengan fakta. Ia menegaskan posisi China terhadap konflik di kawasan tetap mengedepankan penyelesaian damai.
Menurut Mao, Beijing secara konsisten mendorong upaya perdamaian dan penghentian konflik melalui jalur diplomasi. Karena itu, pemerintah China menolak seluruh spekulasi mengenai rencana pengiriman sistem pertahanan udara ke Iran.
Penolakan serupa juga disampaikan Pakistan. Otoritas Islamabad membantah klaim bahwa negaranya akan menjadi jalur transit bagi pengiriman persenjataan dari China menuju Iran.
Melalui sayap media militer Inter-Services Public Relations (ISPR), Pakistan menyebut seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan mereka tidak berdasar dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Sebelumnya, sejumlah laporan media internasional mengabarkan Iran diperkirakan akan menerima pengiriman pertama sistem pertahanan udara dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali kemampuan pertahanannya di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Hingga saat ini, baik China maupun Pakistan menegaskan tidak ada rencana sebagaimana disebutkan dalam laporan tersebut dan tetap membantah keterlibatan dalam pengiriman persenjataan ke Iran
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |