
NAYPYIDAW - Situasi keamanan di Myanmar kembali memburuk setelah konflik antara junta militer dan kelompok bersenjata etnis di Negara Bagian Rakhine meningkat. Serangkaian serangan udara yang dilakukan militer Myanmar dilaporkan mengenai sejumlah wilayah sipil dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan fasilitas umum.
Serangan tersebut terjadi di beberapa wilayah seperti Ponnagyun dan Thandwe, termasuk kawasan wisata Pantai Ngapali. Berdasarkan laporan kelompok Arakan Army (AA) dan media lokal, beberapa warga sipil menjadi korban, termasuk seorang perempuan hamil. Puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.
Selain rumah penduduk, sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, tempat ibadah, restoran, dan bangunan lain juga dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih meninggalkan wilayah terdampak, sementara sebagian lainnya tetap bertahan karena keterbatasan biaya dan akses evakuasi.
Arakan Army menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasukan junta yang kehilangan sejumlah wilayah strategis di Rakhine. Kelompok tersebut mengklaim telah menguasai sebagian besar wilayah negara bagian itu setelah serangkaian pertempuran melawan militer Myanmar.
Konflik antara junta dan kelompok bersenjata etnis di Myanmar telah berlangsung sejak kudeta militer 2021. Pertempuran yang semakin meluas kini tidak hanya berdampak pada pihak yang bertikai, tetapi juga meningkatkan penderitaan masyarakat sipil yang terjebak di tengah konflik.
Pengamat menilai perkembangan terbaru di Rakhine dapat memperbesar krisis kemanusiaan Myanmar, termasuk meningkatnya jumlah warga yang mengungsi dan tekanan terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |