
MANILA - Perusahaan penyedia air Manila Water memastikan pasokan air bagi pelanggan di wilayah konsesi Zona Timur akan tetap terjaga meskipun dampak fenomena El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada awal 2027.
Pihak perusahaan menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjamin layanan air bersih tetap andal dan berkelanjutan. Manila Water kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Bendungan Angat, sumber utama pasokan air bagi Metro Manila, berkat pengembangan sejumlah sumber air baku alternatif dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber-sumber tambahan tersebut antara lain Danau Laguna yang memasok instalasi pengolahan air Cardona dan East Bay, serta Bendung Tayabasan yang menyediakan air baku bagi Instalasi Pengolahan Air Calawis.
Direktur Grup Operasi Zona Timur Manila Water, Joemar Emboltorio, mengatakan keberadaan sumber air alternatif telah mengurangi ketergantungan terhadap Bendungan Angat, terutama saat musim kering berkepanjangan.
“Saat ini kami memiliki sejumlah sumber air tambahan yang mengurangi ketergantungan pada Angat. Jika seluruh sumber tersebut digabungkan, kebutuhan pasokan dari Angat dapat berkurang sekitar 20 hingga 40 persen,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah terus menurunnya permukaan air di Bendungan Angat akibat curah hujan yang berada di bawah normal.
Berdasarkan pemantauan terbaru Badan Meteorologi Filipina (PAGASA), elevasi air waduk turun dari 158,23 meter pada Senin menjadi 157,64 meter pada Selasa, atau berkurang hampir 0,6 meter dalam waktu 24 jam.
Meski demikian, Chief Operating Officer Manila Water, Arnold Mortera, menegaskan pelanggan tidak perlu mengkhawatirkan gangguan pasokan air, bahkan jika kondisi kering memburuk pada akhir tahun ini.
“Dengan adanya sumber pasokan tambahan, kami memperkirakan tidak akan terjadi gangguan layanan pada kuartal terakhir tahun ini. Dampak terburuk yang mungkin terjadi hanyalah penurunan tekanan air di beberapa wilayah,” kata Mortera.
Ia menjelaskan bahwa kawasan yang berada jauh dari fasilitas pengolahan air atau terletak di dataran tinggi berpotensi mengalami tekanan air yang lebih rendah saat permintaan mencapai puncak. Namun, perusahaan tidak memperkirakan akan terjadi penghentian pasokan air secara bergilir dalam skala luas.
Untuk memperkuat ketahanan pasokan air, Manila Water juga berencana mengoperasikan dua fasilitas pengolahan air baru, termasuk satu fasilitas di Kota Antipolo. Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan distribusi air ke wilayah-wilayah dataran tinggi yang selama ini lebih rentan mengalami tekanan air rendah.
Seiring menurunnya cadangan air waduk, perusahaan menegaskan bahwa kebutuhan rumah tangga akan tetap menjadi prioritas utama. Manila Water juga mengimbau pemerintah daerah untuk mendorong langkah-langkah penghematan air serta mengajak masyarakat dan pelaku usaha menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
Dengan diversifikasi sumber air dan penambahan kapasitas pengolahan, Manila Water optimistis dapat terus memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sektor usaha sambil mengelola sumber daya air secara berkelanjutan selama periode El Niño yang diperkirakan berlangsung kuat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |