
KUALALUMPUR - Pemerintah Malaysia melakukan penyelidikan terhadap dugaan keberadaan warga negara Israel dalam sebuah proyek komunitas teknologi di kawasan Forest City, Johor. Langkah ini diambil setelah beredar informasi di media sosial yang menyebut sejumlah peserta proyek memiliki kewarganegaraan Israel.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa pemerintah tetap berpegang pada kebijakan yang tidak mengakui Israel. Karena itu, apabila penyelidikan menemukan adanya warga negara Israel yang memasuki Malaysia dengan melanggar aturan imigrasi, pemerintah akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Investigasi dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri Malaysia dengan fokus pada proyek Network School, sebuah komunitas yang ditujukan bagi pengusaha teknologi dan profesional digital. Proyek tersebut didirikan oleh Balaji Srinivasan, mantan Chief Technology Officer (CTO) Coinbase, dan beroperasi di kawasan Forest City.
Otoritas juga menyelidiki dugaan bahwa beberapa peserta masuk ke Malaysia menggunakan paspor dari negara lain karena memiliki kewarganegaraan ganda. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap peraturan keimigrasian.
Malaysia hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kebijakan tersebut membuat pemegang paspor Israel hanya dapat memasuki Malaysia melalui izin khusus yang sangat terbatas. Pemerintah menyatakan akan mendeportasi siap
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |