
MADRID - Kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol terus meluas. Akibat bencana tersebut, sekitar 285 ribu warga dari kedua negara telah dievakuasi.
Di Prancis, kebakaran di wilayah barat daya bergerak menuju pedalaman hingga mendekati Bordeaux. Ribuan warga di kawasan sekitar kota tersebut terpaksa meninggalkan rumah mereka karena api semakin sulit dikendalikan.
Menteri Dalam Negeri Prancis menyebut kebakaran kali ini mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Cuaca panas ekstrem turut memperparah kondisi, dengan suhu rata-rata wilayah terdampak mencapai 32,2 derajat Celsius pada Juli, jauh di atas rata-rata historis.
Pemerintah Prancis mengerahkan angkatan bersenjata untuk membantu petugas pemadam kebakaran. Pesawat militer juga digunakan untuk menjatuhkan cairan pemadam ke area hutan yang terbakar.
Sementara itu, Spanyol menetapkan status darurat nasional setelah tiga titik kebakaran besar terjadi di sekitar Madrid. Asap tebal menyelimuti wilayah terdampak, sementara sejumlah rumah dilaporkan hangus terbakar.
Sebanyak sekitar 197 ribu warga di wilayah Gironde dan Landes, dekat Bordeaux, telah dievakuasi. Di Spanyol, sekitar 88 ribu orang juga telah dievakuasi atau diminta tetap berada di rumah akibat kebakaran yang meluas.
Pemerintah Spanyol mendatangkan bantuan pesawat pemadam dari beberapa negara Eropa, termasuk Italia, Yunani, Belanda, dan Portugal. Warga Madrid juga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan karena risiko paparan asap dan abu.
Menteri Kesehatan Spanyol mengimbau masyarakat menggunakan masker jika harus keluar rumah di tengah kondisi udara yang buruk.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |