
TOKYO - Jepang mencatat kemajuan baru dalam pengembangan teknologi antariksa setelah Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) berhasil menguji prototipe roket yang dapat digunakan kembali.
Uji coba dilakukan di fasilitas pengujian roket Noshiro, Prefektur Akita, pada Sabtu (11/7/2026). Dalam pengujian tersebut, prototipe RV-X berhasil melakukan penerbangan singkat, mencapai ketinggian sekitar 10 meter, kemudian kembali mendarat dengan aman.
JAXA menyebut proses uji terbang berlangsung sekitar 40 detik. Data dari penerbangan tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk mengevaluasi kinerja sistem dan menentukan tahap pengembangan berikutnya.
Teknologi roket yang bisa digunakan kembali menjadi salah satu fokus utama industri antariksa dunia karena dinilai mampu mengurangi biaya operasional. Selama ini, sebagian besar roket hanya digunakan sekali sehingga komponen mahal, terutama bagian tahap pertama, harus diganti setelah peluncuran.
Pengembangan teknologi tersebut sebelumnya telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan dan negara. SpaceX menjadi salah satu pelopor dengan pengoperasian roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali. Sementara itu, China juga terus mempercepat pengembangan teknologi serupa untuk memperkuat posisi dalam persaingan antariksa global.
Bagi Jepang, keberhasilan uji RV-X menjadi bagian dari strategi memperkuat industri roket nasional. Selain program JAXA, sektor swasta Jepang juga mulai mengembangkan teknologi peluncuran yang lebih efisien.
Ke depan, Jepang berharap teknologi roket reusable dapat meningkatkan daya saing layanan peluncuran satelit sekaligus membuka peluang lebih besar dalam industri antariksa internasional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |