ESC : ( Tutup Form )

Gerakan "Partai Kecoak" Pimpin Aksi Protes Gen Z India Tuntut Reformasi Pendidikan


Jumat, 24  Juli  2026 - 13:42 WIB

Gerakan "Partai Kecoak" Pimpin Aksi Protes Gen Z India Tuntut Reformasi Pendidikan
Foto Berita

NEWDELHI - Ribuan anak muda dari Generasi Z menggelar aksi demonstrasi di New Delhi, India, untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan. Massa menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dan mendesak dilakukannya reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan nasional. Aksi tersebut dipimpin oleh sebuah gerakan bernama Cockroach Janta Party (CJP) atau "Partai Kecoak", yang meskipun menggunakan istilah "partai", bukan merupakan organisasi politik resmi.


CJP berawal dari gerakan satir di media sosial yang digagas oleh Abhijeet Dipke, seorang ahli strategi komunikasi politik sekaligus mantan mahasiswa Boston University. Awalnya gerakan itu dibuat sebagai bentuk humor, tetapi mendapat respons besar dari masyarakat setelah Dipke membuka pendaftaran anggota melalui formulir daring. Puluhan ribu orang bergabung sehingga CJP berkembang menjadi wadah protes bagi kaum muda yang kecewa terhadap tingginya angka pengangguran dan berbagai kebijakan pemerintah.


Pada 9 Juli, CJP mengumumkan rencana aksi menuju parlemen yang kemudian terlaksana pada 20 Juli. Ribuan orang menghadiri demonstrasi di New Delhi, sementara aksi solidaritas berupa doa bersama dan unjuk rasa juga berlangsung di sejumlah kota lain, seperti Mumbai, Bengaluru, dan Goa.


Perhatian publik terhadap gerakan ini semakin meningkat setelah aktivis sekaligus insinyur Sonam Wangchuk melakukan aksi mogok makan untuk mendukung tuntutan para demonstran. Namun, pada 18 Juli ia dibawa ke rumah sakit oleh aparat keamanan, yang memicu kritik dan kemarahan dari para pendukung CJP. Meski dirawat di rumah sakit, Wangchuk tetap melanjutkan aksi mogok makannya sebagai bentuk protes.


Nama "Partai Kecoak" muncul sebagai respons terhadap pernyataan Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, yang sempat menuai kontroversi karena dianggap menyamakan anak muda pengangguran yang beralih ke dunia aktivisme dan jurnalisme dengan kecoak serta parasit. Meskipun kemudian ia menjelaskan bahwa pernyataannya ditujukan kepada orang-orang yang menggunakan gelar palsu, komentar tersebut sudah lebih dahulu viral dan memicu reaksi keras. Nama CJP juga merupakan plesetan dari Bharatiya Janata Party (BJP), partai yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.


Salah satu isu utama yang diangkat CJP adalah penyelenggaraan National Eligibility cum Entrance Test (NEET), ujian masuk perguruan tinggi kedokteran yang diikuti sekitar 2,28 juta peserta. Ujian tersebut dibatalkan setelah muncul dugaan kebocoran soal sehingga para peserta harus mengulang tes beberapa minggu kemudian dengan pengamanan lebih ketat. Kejadian itu menimbulkan kekecewaan besar di kalangan calon mahasiswa. CJP bahkan menuding tekanan akibat pembatalan ujian turut berkaitan dengan dugaan bunuh diri sekitar 20 peserta, meskipun tuduhan tersebut masih menjadi perhatian publik dan belum menjadi kesimpulan resmi.


Selain mendesak pembenahan sistem pendidikan, CJP juga menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan. Setelah insiden yang menimpa Sonam Wangchuk, pemimpin gerakan bahkan menyerukan agar Perdana Menteri Narendra Modi ikut mundur dari jabatannya.


Aksi demonstrasi tersebut menjadi salah satu unjuk rasa terbesar terhadap pemerintahan Modi dalam beberapa tahun terakhir di New Delhi. Ketika massa berusaha menembus barikade, aparat kepolisian membubarkan demonstrasi menggunakan pentungan dan gas air mata serta membongkar panggung dan tenda para pengunjuk rasa di kawasan Jantar Mantar. Sedikitnya 60 demonstran dilaporkan mengalami luka-luka dan sekitar 70 orang ditangkap, sementara kepolisian menyatakan 118 personelnya juga terluka selama pengamanan berlangsung.


Meski menghadapi tindakan aparat, para demonstran tetap bertahan dan melanjutkan aksi mereka. Dukungan juga datang dari Partai Kongres sebagai oposisi utama. Rahul Gandhi bersama sejumlah anggota parlemen menggelar protes di depan kediaman Perdana Menteri Modi, namun kemudian ditahan oleh polisi sebelum akhirnya dibebaskan beberapa jam kemudian.


Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan menuduh Partai Kongres memanfaatkan mahasiswa sebagai alat politik. Ia menyatakan pemerintah siap berdialog mengenai berbagai persoalan pendidikan, tetapi menilai pihak oposisi lebih memilih melakukan manuver politik dibanding membahas solusi secara demokratis. Sementara itu, CJP belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut dan tetap melanjutkan tuntutan mereka terkait reformasi pendidikan di India.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com